Warehouse Management System

map(1)

Sumber:

https://kumpulankaryasiswa.wordpress.com/2011/04/21/apa-itu-wms-warehouse-management-system/

http://sumiarso007.blogspot.com/2013/03/resume-of-warehouse-management-system.html

http://romailprincipe.wordpress.com/2011/11/27/sistem-manajemen-gudang-wms/

http://samtodwi.blog.uns.ac.id/2009/11/03/wms-warehouse-management-system/

http://edukasi.kompasiana.com/2011/01/20/warehouse-management-system-wms-334669.html

Material Requirements Planning (MRP)

Material requirement planning (MRP) merupakan Sebuah sistem perencanaan kebutuhan material, yang terdiri dari satu set prosedur logika, aturan-aturan keputusan, dan catatan yang dirancang untuk menerjemahkan jadwal produksi yang ada ke tahapan-tahapan waktu yang dibutuhkan dan peralatan yang diperlukan, untuk setiap item persediaan komponen yang diperlukan untuk melaksanakan jadwal produksi yang dinginkan.

Dalam warehouse terdapat dua jenis barang yang disimpan :

  • Raw Material

Bahan baku yang digunakan untuk proses produksi

  • Finish Good

Barang jadi / hasil produksi

Stok dalam warehouse juga terbagi dalam beberapa jenis:

  • Physical Stok

Merupakan stok yang ada secara real di dalam gudang

  • Partner Location stok

Merupakan stok barang milik perusahaan / pabrik tapi berada di supplier atau pihak ketiga

  • Virtual Router Part stok

Merupakan stok barang yang sedang berada dalam proses produksi

Dalam MRP terdapat proses Double Entry Stock Management, maksudnya adalah pada proses ini stok sebuah barang dimasukkan dua kali ke dalam database yang ada, misalnya :


Location                                                                                      Product


Partner Location –> Supplier                                                      -30 Bicycle

Physical Location –> OPEN ERP                                                +30 Bicycle


Dapat dilihat bahwa dari proses diatas, bahwa data 30 sepeda dikurangkan pada sistem partner location : supplier dan data 30 sepeda ditambahkan pada sistem yang dimiliki perusahaan (OPEN ERP)

Etika Pembagian Saham dan Hak Kepemilikan Dalam Bisnis Start Up

Disusun Oleh

Jonathan Hendry G     (321110013)

Kevin Nathanael W D  (321110014)

Monica                        (321110018)

Sekar Ayu A.I.              (321110023)

Bab I

PENDAHULUAN

 

Latar Belakang

Saat ini kita hidup di jaman dimana peran teknologi sangat berpengaruh terhadap setiap kegiatan yang kita lakukan. Bayangkan sehari saja kita tidak memiliki koneksi internet, tidak menggunakan smartphone, tidak melihat televisi atau mendengarkan radio. Tanpa sadar pasti akan terasa sedikit hambar bukan? Itulah kenyataan yang kita hadapi saat ini. Teknologi bukan lagi sebagai kebutuhan pelengkap, namun sudah menjadi kebutuhan wajib bagi kita. Melalui media-media elektronik maupun social media yang tersebar luas dan dapat kita akses secara mudah dan gratis, kita dapat mengetahui informasi apapun yang kita inginkan.

Dalam dunia bisnis, informasi merupakan hal yang krusial. “Information is Power. Those who have information can rule world.” Begitulah kira-kira sebuah cuplikan dari pernyataan yang banyak diakui dikalangan eksekutif bisnis. Jika anda memiliki sebuah usaha, apa yang anda butuhkan agar anda tetap mampu bersaing dari  lawan bisnis anda? Disinilah informasi berperan penting. Itulah sebabnya mengapa hampir seluruh perusahaan besar yang ada di dunia melakukan investasi besar-besaran di bidang teknologi. Tetapi secanggih apapun teknologinya, sepenting apapun informasinya, tetap saja dikendalikan oleh kita sendiri. Jika informasi digunakan secara baik dan benar, tentu akan sangat bermanfaat bagi kita juga orang lain. Namun apa jadinya jika informasi tersebut digunakan dengan niat yang tidak baik? Sebagai contoh, tidak sedikit perusahaan yang gulung tikar karena isu-isu yang sengaja dibuat oleh pesaing mereka, dengan tujuan mematikan langkah bisnis atau menghilangkan kepercayaan pelanggan, yang berakibat pada kebangkrutan perusahaan.

Informasi juga seringkali digunakan untuk meraih kekuasaan. Sebagai contoh, dalam sebuah bisnis start up, seringkali kita melakukan kerja sama dengan alasan mencari modal usaha. Tentu akan dilakukan bagi hasil atas setiap profit yang didapatkan tergantung dari seberapa besar kontribusinya. Ketika bisnis tersebut mulai berjalan, pada awalnya masih terlihat baik-baik saja. Namun disaat bisnis mulai berkembang besar, mulai muncul pemikiran “Bukankah lebih baik jika profit ini jatuh kepada satu orang saja?”. Segala cara digunakan untuk mendapat keuntungan yang lebih walaupun harus dengan cara menyingkirkan yang lain. Tentu saja senjata yang digunakan adalah informasi. Dengan memanipulasi informasi yang ada, segalanya dapat terjadi.

Seperti pada yang ceritakan pada film The Social Network karya David Fincher. Film ini menceritakan tentang perjalanan Mark Zuckerberg ketika membuat website sosial network yang bernama Facebook. Salah satu masalah yang ada dalam film ini yaitu tentang pembagian saham dalam Facebook ciptaan Mark Zuckerberg  bersama temannya yaitu Eduardo Saverin. Pada awalnya Mark Zuckerberg membagi kepemilikan saham sebesar 70% untuk dirinya  dan  30% untuk Eduardo Saverin. Namun dengan berjalannya waktu, Facebook menjadi terkenal dan menarik banyak investor. Hal ini membuat pembagian saham yang disepakati sebelumnya menjadi berubah, yaitu 70% untuk  Mark Zuckerberg, 0,03% untuk Eduardo Saverin, dan sisanya untuk pemegang saham lainnya. Hal ini menyebabkan timbulnya perselisihan antara Mark Zuckerberg dan Eduardo Saverin. Dari cuplikan film tersebut kita dapat mengambil kesimpulan bahwa diperlukan sebuah aturan untuk mengatur pembagian saham dan hak kepemilikan dalam bisnis.

Rumusan Masalah

  1. Bagaimana etika pembagian saham kepemilikan dalam bisnis start-up ?
  2. Bagaimana pembagian saham kepemilikan dalam bisnis start-up yang adil

Tujuan dan Manfaat

  1. Mengetahui etika pembagian saham kepemilikan dalam bisnis start-up.
  2. Mengetahui pembagian saham kepemilikan dalam bisnis start-up yang adil.

BAB II

KAJIAN TEORI

Pengertian Etika

Dalam kehidupan dengan orang lain, terdapat sebuah sistem yang mengatur pergaulan antar manusia. Sistem yang ada mengatur jalannya kehidupan bermasyarakat dan bernegara agar terdapat sebuah hubungan saling menghargai dan menghormati. Maksud adanya sistem yang demikian adalah untuk menjaga kepentingan satu sama lain sehingga masing-masing pihak dapat hidup tenang, tentram dan terlindung serta terjamin agar perilakunya sesuai dengan kebiasaan dan adat istiadat yang berlaku. Hal tersebut yang mendasari adanya etika di kehidupan  bermasyarakat. Kata etika/etik berasal dari bahasa Yunani yaitu ethos  yang berarti karakter, watak kesusilaan atau adat. Etika berkaitan dengan konsep yang dimiliki oleh individu atau kelompok untuk menilai apakah sebuah tindakan itu benar atau salah, buruk atau baik.

Pengertian etika dapat dikelompokkan menjadi 3 jenis pengertian yaitu :

  1. Etika dipandang sebagai cabang filsafat yang khusus membicarakan tentang nilai baik dan buruk dari perilaku manusia
  2. Etika dipandang sebagai ilmu pengetahuan yang bersifat membicarakan baik buruknya perilaku manusia dalam kehidupan bersama
  3. Etika dipandang sebagai ilmu pengetahuan yang bersifat normatif, dan evaluatif yang hanya memberikan nilai baik dan buruk terhadap perilaku manusia.

Dalam Kamus Besar Bahasa Indonesia, etika memiliki arti :

  1. Ilmu tentang apa yang baik dan apa yang buruk dan tentang hak dan kewajiban moral (akhlak)
  2. Kumpulan asas atau nilai yang berkenaan dengan akhlak
  3. Nilai mengenai benar dan salah yang dianut suatu golongan atau masyarakat

Menurut beberapa ahli, etika didefinisikan sebagai berikut :

  1. Drs. O.P. Simorangkir : etika atau etik sebagai pandangan manusia dalam berprilaku menurut ukuran dan nilai yang baik.
  2. Drs. Sidi Gajalba dalam sistematika filsafat : etika adalah teori tentang tingkah laku perbuatan manusia dipandang dari segi baik dan buruk, sejauh yang dapat ditentukan oleh akal.
  3. Drs. H. Burhanudin Salam : etika adalah cabang filsafat yang berbicara mengenai nilai dan norma moral yang menentukan prilaku manusia dalam hidupnya.
  4. Soegarda Poerbakawatja : etika sebagai filsafat nilai, pengethuan tentang nilai-nilai, ilmu yang mempelajari soal kebaikan dan keburukan di dalam hidup manusia terutama mengenai gerak-gerik pikiran dan rasa yang merupakan pertimbangan dan perasaan sampai mengenai tujuan dari bentuk perbuatan.
  5. Martin (1993) : Ethics is  the discipline which can act as the performance index or reference for our control system

Jadi, etika merupakan pedoman yang mengatur kehidupan manusia dalam berperilaku sehingga sesuai dengan kebiasaan dan adat istiadat yang berlaku dan mengatur kaidah benar atau salah, baik atau buruk suatu perbuatan dan perilaku manusia. Etika bukan hanya sekedar sebuah bidang ilmu yang mengatur perilaku manusia, tetapi mengandung nilai moral /akhlak yang dianut oleh masyarakat sehingga berlaku mutlak peraturannya

Pengertian Saham

Saham merupakan tanda penyertaan modal pada suatu perusahaan. Saham diidentifikasikan juga sebagai surat bukti kepemilikan dalam suatu perusahaan yang diperoleh melalui pembelian atau cara lain yang kemudian memberikan hak atas dividen dan lain-lain sesuai dengan besar kecilnya investasi modal pada perusahaan tersebut.

Menurut Fakhruddin, saham adalah surat berharga yang menunjukkan kepemilikan atau penyertaan pasar modal investor dalam suatu perusahaan. Saham memberikan indikasi kepemilikan atas perusahaan sehingga para pemegang saham berhak menentukan arah kebijaksanaan perusahaan lewat Rapat Umum Pemegang Saham. Pemegang saham berhak atas dividen yang dibagikan perusahaan dan bertanggungjawab pula untuk menanggung resiko sebesar saham yang dimiliki apabila perusahaan tersebut bangkrut. Saham yang diterbitkan perusahaan merupakan bukti investasi pemegang saham ke dalam perusahaan. Semakin banyak lembar saham yang dimiliki, semakin besar derajat kepemilikannya.

Pengertian Hak

Dalam Kamus Besar Bahasa Indonesia, hak adalah sesuatu yang benar, yang menjadi milik atau kepunyaan, kekuasaan untuk berbuat sesuatu (karena telah ditentukan oleh undang-undang, aturan, dsb), serta merupakan kekuasaan yang benar atas sesuatu atau untuk menuntut sesuatu. Secara umum, hak merupakan segala sesuatu yang harus didapatkan oleh setiap orang yang telah ada sejak lahir bahkan sebelum lahir. Setiap orang berhak mendapatkan hak setelah melaksanakan kewajibannya.

Pengertian Kepemilikan

Kepemilikan adalah kekuasaan yang didukung secara sosial untuk memegang kontrol terhadap sesuatu yang dimiliki secara eksklusif dan menggunakannya untuk tujuan pribadi. Terdapat beberapa bentuk kepemilikan jika dikaitkan dengan bisnis, yaitu  :

  1. 1.    Sole Proprietorship

Merupakan bentuk kepemilikan bisnis tunggal. Bentuk bisnis ini dapat ditemukan dimana-mana. Sang pemilik dapat dengan leluasa mengatur jalannya bisnis yag dimiliki tanpa diganggu oleh para pemegang saham atau pihak ketiga. Keuntungan yang didapatkan akan dianggap sebagai laba pribadi pemilik dan menjdi subjek pajak penghasilan pribadi.

  1. 2.    Partnership

Biasanya jenis kepemilikan partnership dimiliki oleh 2 orang atau lebih. Para pemilik disebut sekutu (partner). Keuntungan yang didapat dan pendanaan bagi bisnis tersebut bagi jenis kepemilikan ini harus dibagi berdasarkan kesepakatan antar pemilik dan didukung oleh dokumen yang mendukung soal bagian kepemilikan.

  1. 3.    Corporation

Dalam jenis kepemilikan ini, pemiliknya adalah para pemegang saham. Kewajiban para pemegang saham adalah terbatas, artinya pemegang saham tidak dapat dianggap bertanggungjawab secara pribadi atas  tindakan-tindakan perusahaan. Kerugian yang nantinya ditanggung juga maksimal sebesar modal yang disetorkannya. Harus ada akta pendirian yang disahkan oleh badan hukum. Akta pendirian ini harus mencantumkan aspek-aspek penting seperti nama perusahaan, kedudukan, saham yang diterbitkan, operasi perusahaan, dll. Para pemegang saham memilih dewan direksi yang bertanggungjawab membuat kebijakan umum perusahaan dan memilih para pejabat penting yang ditugaskan mengelola perusahaan sehari-hari seperti  CEO (Chief Executive Officer).

Dalam kaitannya dengan pendirian perusahaan startup, jenis kepemilikan harus diputuskan untuk menentukan nilai-nilai perusahaan dan menetapkan bagaimana perusahaan dan bisnis dapat berjalan sesuai harapan. Keputusan tentang bentuk kepemilikan bisnis berkaitan atas akses bisnis ke pendanaan, kendali atas bisnis, dan menentukan besarnya pajak yang harus dibayarkan. Penentuan jenis kepemilikan sangat penting terutama untuk menentukan besar investasi, pembagian keuntungan dan kerugian, bagaimana garis koordinasi dalam menentukan kendali bisnis.

Pengertian Bisnis

Bisnis adalah usaha perdagangan yang dilakukan oleh sekelompok orang yang terorganisasi yang menjual barang atau jasa kepada konsumen atau bisnis lainnya, untuk mendapatkan laba. Bisnis dibentuk untuk mendapatkan profit dan meningkatkan kemakmuran bagi pemiliknya. Setiap bisnis atau perusahaan berusaha mengolah bahan utuk dijadikan produk yang diperlukan oleh konsumen. Produknya dapat berupa barang atau jasa.

Menurut Brown dan Petrello (1976), bisnis merupakan suatu lembaga  yang menghasilkan barang dan jasa yang dibutuhkan oleh masyarakat. Jika kebutuhan masyarakat meningkat, maka lembaga bisnis pun akan meningkat pula perkembangannya untuk memenuhi kebutuhan tersebut sambil memperoleh laba. Menurut Hughes dan Kapoor, bisnis adalah suatu kegiatan usaha individu yang terorganisasi untuk menghasilkan dan menjual barang dan jasa guna mendapatkan keuntungan dalam memenuhi kebutuhan masyarakat dan ada dalam industri.

Pengertian Perusahaan Startup

Startup merupakan tahap awal dalam siklus hidup sebuah perusahaan dimana pengusaha bergerak dari tahap ide untuk menjamin pembiayaan, meletakkan struktur dasar bisnis dan memulai operasi dan perdagangan. Wikipedia menyebutkan, startup merupakan organisasi atau perusahaan sementara dirancang untuk mencari model bisnis yang berulang dan scalable (dapat diukur). Perusahaan-perusahaan ini umumnya baru dibuat, berada dalam tahap pengembangan dan penelitian untuk pasar. Istilah startup menjadi populer ketika muncul sejumlah besar perusahaan dot-com. Perusahaan dot-com merupakan perusahaan yang berbasis internet yang mulai muncul diakhir tahun 1990-an.

Perusahaan startup banyak dimulai dari sebuah ide bisnis yang kemudian berkembang dan direalisasikan menjadi sebuah bisnis nyata yang nantinya dapat berjalan dan menghasilkan profit bagi pemiliknya. Perusahaan startup sering kali dikaitkan dengan perusahaan yang menggunakan teknologi dalam praktek bisnisnya. Perusahaan startup sering dikaitkan dengan penggunaan internet dan biasanya tumbuh dalam waktu yang relatif cepat. Startup yang sukses biasanya lebih terukur dari potensi pertumbuhan mereka, apakah mereka dapat bertumbuh dengan cepat dengan investasi terbatas modal, tenaga kerja atau lahan.

Karena startup kebanyakan menggunakan teknologi di dalamnya, maka pengusaha startup sering disebut dengan technopreneur. Perusahaan startup sering digagas oleh pengusaha-pengusaha muda (enterpreneur) dan yang akhirnya direalisasikan menjadi sebuah  bisnis kecil-kecilan dengan modal terbatas dan tenaga kerja yang terbatas pula. Contoh perusahaan startup adalah Kaskus, Detik, Blibli, Facebook, dll.

Masalah yang cukup krusial dalam perusahaan startup adalah masalah pembiayaan. Dalam prakteknya, startup kebanyakan didanai oleh pendiri. Pendiri startup kebanyakan terdiri dari sekelompok orang yang memiliki ide dan memiliki komitmen bersama untuk membangun dan  mengembangkan bisnis. Dana perusahaan terutama berasal dari modal yang diberikan oleh para pendirinya.

Pengertian Etika Bisnis

Etika bisnis merupakan perilaku untuk melakukan kegiatan bisnis yang mencakup seluruh aspek yang bekaitan dengan sesama individu, perusahaan, dan masyarakat sekitar. Dengan adanya etika bisnis maka akan terbentuk nilai, norma, dan serta perilaku karyawan dan pimpinan dalam membangun hubungan yang adil dan sehat dengan pelanggan, mitra kerja, pemegang saham, dan masyarakat. Prinsip bisnis yang baik berarti bisnis yang beretika, yaitu bisnis dengan kinerja yang unggul dan berkesinambungan yang dijalankan dengan mentaati peraturan etika yang sejalan dengan hukum dan peraturan yang berlaku disekitarnya.

Berikut ini adalah tiga pendekatan dasar dalam tingkah laku etika bisnis, yaitu :

a)      Utilitarian Approach

Utilitarian approach berarti setiap tindakan harus didasarkan pada konsekuensinya. Maksudnya adalah dalam bertindak, seseorang seharusnya menggunakan cara-cara yang baik yang akan memberikan manfaat bukan  dengan cara-cara yang membahayakan yang tidak sesuai dengan hukum dan aturan yang berlaku di masyarakat.

b)     Individual Right Approach

Individual right approach berarti dalam setiap tindakannnya seseorang memiliki hak dasar yang harus dihormati. Namun tingkah laku ini harus dihindari, karena dapat mengakibatkan terjadinya benturan dengan hak orang lain.

c)      Justice Approach

Justice Approach berarti pembuat keputusan memiliki kedudukan yang sama dan bertindak adil dalam memberikan pelayanan baik secara perseorangan maupun kelompok.

Dengan adanya etika bisnis maka akan menjadi standar dan pedoman bagi seluruh karyawan dan pimpinan untuk selalu melaksanakan pekerjaannya dengan dilandasi oleh moral yang luhur, jujur, terbuka, dan bersikap profesional.

BAB III

PEMBAHASAN

Di masa ini dapat ditemukan banyak bisnis yang berkembang, mulai dari bisnis dengan modal kecil hingga bisnis dengan modal miliaran dollar. Dari segala macam bisnis yang berkembang saat ini, mayoritas dari bisnis-bisnis tersebut lahir dengan founder lebih dari 1 orang. Di mana dengan founder lebih dari 1 orang, memiliki lebih banyak kelebihan daripada bisnis yang dirintis oleh 1 orang. Tetapi bisnis yang didirikan oleh lebih dari 1 orang mempunyai problematika yang mendalam, yaitu problem dalam pembagian saham atau dalam bahasa mudahnya pembagian keuntungan dari profit yang didapat dari bisnis.

Saham dinilai sebagai suatu bukti atas kepemilikan seseorang dalam bisnis atau  perusahaan. Jadi banyaknya saham yang dimiliki seseorang mengindikasikan peran orang tersebut dan prosentase kepemilikannya dalam perusahaan. Tidak jarang, seseorang yang memegang saham mayoritas berhak untuk menentukan jalannya bisnis yang dimiliki. Kepemilikan, terutama untuk jenis kepemilikan partnership dan corporation, yang dimiliki oleh 2 orang atau lebih, harus membicarakan tentang pembagian saham (yang secara tidak langsung juga membagi kepemilikan atas perusahaan tersebut) secara adil dan berdasarkan kesepakatan bersama antar pihak yang bersangkutan. Saham tidak hanya berpengaruh pada pembagian keuntungan, tetapi berpengaruh pula pada pembagian hak kepemilikan serta kerugian jika sewaktu-waktu perusahaan mengalami kebangkrutan. Karena hal tersebut maka diperlukan aturan atau etika dalam pembagian saham dan hak kepemilikan dalam perusahaan, terutama jika perusahaan tersebut merupakan startup company.

Pembagian saham yang paling mudah mungkin dengan membagi 100 persen dengan total founder, misalnya founder terdiri dari 4 orang maka setiap orang memiliki saham sebanyak 25 persen. Memang dengan perhitungan ini problem dapat terselesaikan dengan mudah, tetapi apakah adil bila setiap founder berhak atas 25 persen saham jika tidak memberikan kontribusi yang sama besar terhadap bisnis yang akan dijalankan.

Pada kenyataannya banyak sekali bisnis startup yang gulung tikar dikarenakan pembagian saham yang kurang adil atau kurang sesuai dengan kontribusi. Oleh karena itu perlu adanya komunikasi antar founder sebelum memulai bisnis. Yang perlu dikomunikasikan dan disepakati sebelum memulai bisnis yaitu mengenai kontribusi yang akan disumbangkan antar founder terhadap bisnis yang akan dijalankan bersama.

Setelah semua founder menjelaskan dan mensepakati kontribusi masing-masing, maka dapat dibagi berapa persen pembagian saham yang akan diterima oleh setiap founder. Salah satu caranya adalah dengan menggunakan panduan The Founders’ Pie Calculator  oleh Frank Demmler. Menurut Frank Demmler ada beberapa factor yang menjadi acuan dalam pembagian saham yaitu :

a. Idea
Bisnis tidak akan ada kalau bukan karena ide asli, dan tentunya itu adalah sesuatu yang berharga, tapi ada banyak kebenaran dalam ungkapan, “Sebuah bisnis yang sukses adalah inspirasi 1%, dan 99% keringat.”

b. Business Plan Preparation
Pengembangan rencana bisnis awal adalah pekerjaan sulit dan memakan waktu. Untuk bekerja sama dan mengatur semua pikiran dari tim pendiri, mengidentifikasi dan mendamaikan perbedaan, dan menyatukan semua pikiran untuk menghasilkan dokumen yang menangkap inti dari bisnis yang akan dijalankan, serta pencarian modal melalui bank, investor, anggota dewan, dan lain-lain untuk mendukung jalannya bisnis merupakan upaya yang membutuhkan banyak tenaga. Sehingga rencana awal merupakan elemen penting untuk memulai bisnis, namun eksekusi terhadap rencana tersebut adalah inti dari bisnis itu sendiri.

c. Domain Expertise
Mengetahui kondisi industri, memiliki pengalaman yang relevan, dan memiliki kontak  atau relasi yang luas dan banyak dapat meningkatkan probabilitas kesuksesan suatu bisnis dan mempercepat laju pertumbuhannya.

d. Commitment and Risk
Anda mungkin pernah mendengar pepatah lama bahwa “ayam yang terlibat dengan sarapan, tapi babi berkomitmen.” Demikian pula, para pendiri yang bergabung penuh waktu untuk perusahaan dan berkomitmen untuk membuatnya sukses jauh lebih berharga daripada pendiri yang hanya akan duduk disamping dan menjadi pemandu sorak.

e. Responsibilities
Siapa yang akan melakukan apa? Siapa yang akan menggantikan bila ada masalah yang terjadi dan pendiri tidak ada di tempat? Semakin besar tanggung jawab seseorang dalam suatu bisnis, semakin besar pula kontribusinya dalam jalannya bisnis sehingga harus juga diperhitungkan dalam pembagian saham.

Langkah pertama adalah menentukan bobot nilai dari kelima faktor diatas, penentuan ini penting dan unik karena setiap perusahaan atau bisnis mempunyai penilaiannya masing-masing. Rentang nilai yang diberikan yaitu dari 0  sampai 10.

Langkah kedua adalah dengan memberikan penilaian kontribusi dari setiap founder, siapa yang bertanggung jawab, siapa yang mempunyai koneksi, dan lain-lain. Rentang nilai mulai dengan 0 sampai dengan 10.

Jika semua founder baru pertama kali ini menjalankan bisnis maka pembagian dengan masing-masing 25 persen saham untuk setiap founder bisa dirasa adil.

Berikut adalah salah satu contoh pembagian saham menurut The Founders’ Pie Calculator. Pertama yaitu pemberian nilai pada bobot faktor yang bobot kontribusi untuk masing – masing founder.

Setelah itu kalikan nilai kontribusi founder dengan bobot factor, misalnya founder 1 mempunyai kontribusi idea dengan nilai 10 kemudian dikalikan dengan bobot factor dengan nilai 7

Maka akan didapat nilai 70 seperti pada gambar, dan lakukan perhitungan terhadap nilai dari founder yang lain. Jika selesai jumlahkan total nilai dari masing founder, dan buatlah total jumlah dari nilai semua founder. Jika selesai maka anda tinggal menghitung berapa besar saham anda dengan cara total nilai founder dibagi total dari jumlah nilai semua founder dikali 100. Contohnya adalah founder 1 dengan total nilai 106 dibagi total jumlah nilai semua founder 321 dikali 100 maka akan didapat bagian saham dari founder 1 yaitu sebanyak 33 persen dengan pembulatan.

Namun yang perlu juga diperhatikan dalam pembagian saham ini adalah etika berbisnis, diantaranya adalah keterbukaan, keadilan, dan kejujuran antar pemilik saham. Dan kepemilikan saham terbesar bukan berarti mendominasi pemilik saham lainnya. Pembagian saham bukan hanya tentang seberapa besar pembagian yang didapat oleh para pemegang saham namun juga tentang harus saling memberikan manfaat.

Bila salah satu dari pemegang saham yang mendapat pembagian saham terbesar mendominasi jalannya suatu bisnis, maka itu berarti pemegang saham tersebut hanya mengambil manfaat dari orang lain. Dengan kata lain pemegang saham tersebut tidak saling memberi manfaat namun saling memanfaatkan. Hal ini sangat bertentangan dengan etika berbisnis yang ada. Hal ini juga bisa mengganggu jalannya proses bisnis pada bisnis yang sedang berjalan, karena tentunya dengan adanya kesenjangan antar para pemegang saham maka akan muncul masalah-masalah yang menggangu jalannya bisnis.

Modal yang diberikan oleh pemegang saham tidak hanya dapat berupa uang namun juga bisa berupa pengetahuan, pengalaman, dan lain sebagainya yang dibutuhkan untuk jalannya bisnis. Pengetahuan dan pengalaman juga merupakan aset yang berharga yang tidak kalah dengan uang, sehingga harus juga dihargai. Yang paling penting dari pembagian saham ini adalah keadilan, harus diingat bahwa adil bukan selalu sama rasa sama rata namun juga harus dilihat sebesar apa pengorbanan atau upaya yang telah dilakukan oleh tiap-tiap pemegang saham karena sama rata kadang juga berarti tidak adil.

Salah satu contoh masalah pembagian saham yang terjadi adalah yang terdapat pada  film The Social Network, di mana Mark Zuckerberg awalnya memiliki saham 70 persen dan Eduardo Saverin 30 persen. Namun dengan seiring waktu berjalan ketika Facebook mulai berkembang, terjadi perubahan pembagian saham. Perubahan saham tersebut yaitu bagian saham Eduardo Saverin menjadi sebesar 0.03 persen dan Mark Zuckerberg tetap 70 persen, sedangkan sisanya adalah untuk pemegang saham yang lain.

Pada masalah ini seharusnya ditilik mengenai kontribusi yang diberikan oleh Eduardo Saverin sendiri, jika memang kontribusi yang dilberikan oleh Eduardo jauh lebih sedikit daripada Mark maka sangatlah wajar jika bagian saham Eduardo berkurang dan bagian Mark tetap. Namun kita juga tidak boleh mengesampingkan kenyataan bahwa Eduardo Saverin merupakan salah satu founder dari Facebook.

Pada awal berdirinya Facebook dialah yang mempromosikan dan secara tidak langsung mengambil bagian dalam pengembangan Facebook dari satu perguruan tinggi ke perguruan tinggi lainnya. Seperti yang kita bahas sebelumnya, ada lima hal yang menjadi acuan dalam pembagian saham yaitu idea, business plan, domain expertise, commitment & risk, dan  responsibilities. Ada baiknya dalam kasus ini untuk dilakukan analisa kembali berapa persen pembagian saham yang seharusnya diterima oleh Eduardo Saverin.

Memang benar dengan semakin berkembangnya Facebook dan semakin banyaknya investor yang ada, uang yang diberikan oleh Eduardo Saverin sebesar 19000 dolar pada awal pembuatan Facebook bukanlah nominal yang besar, justru mungkin merupakan jumlah investasi terkecil yang ada pada Facebook. Namun demikian Eduardo Saverin bukan hanya memberikan uang sebesar 19000 dolar saja, namun juga ikut serta ide dan rencana yang ia buat untuk mengembangkan dan mengenalkan Facebook itu sendiri. Ide merupakan hal yang penting yang diperlukan dalam suatu bisnis, seperti pada ungkapan “Sebuah bisnis yang sukses adalah inspirasi 1%, dan 99% keringat.” Tanpa adanya 1% tersebut maka bisnis yang kita jalankan tidak akan pernah berubah menjadi 100%.

Selain itu etika dalam berbisnis yaitu adil, jujur, dan terbuka juga harus diterapkan oleh Eduardo Saverin, Mark Zuckerberg dan pemegang saham lainnya. Mereka harus bisa membagi secara adil pembagian saham untuk tiap-tiap pemegang saham, tidak hanya dengan seberapa banyak uang yang diinvestasikan namun juga dengan seberapa masing-masing dari mereka memberikan dampak dalam bisnis yang sedang berjalan,bukan hanya pada saat bisnis tersebut sudah berkembang namun juga pada awal pengembangan bisnis tersebut. Sehingga mereka sebagai pemegang saham mampu saling memberi manfaat bukan saling memanfaatkan.

BAB IV

PENUTUP

Kesimpulan

Dalam pembagian saham dan hak kepemilikan dalam perusahaan startup, etika bisnis merupakan hal yang penting yang harus diperhatikan, karena pembagian saham merupakan interpretasi dari kepemilikan seseorang dalam perusaaan. Etika bisnis tersebut diantaranya adalah adil, jujur, dan terbuka. Hal kepemilikan dan pembagian saham sangatlah penting untuk dibicarakan karena berkenaan dengan hak dan kewajiban yang diemban oleh pemilik / pemegang saham. Dalam pembagian saham kita juga harus memperhatikan lima hal yang menjadi acuan dalam pembagian saham menurut The Founders’ Pie Calculator yaitu idea, business plan, domain expertise, commitment & risk, dan  responsibilities. Kita harus mampu menghitung berapa besar pembagian saham yang didapat tiap-tiap pemegang saham berdasarkan dampak yang mereka telah berikan pada bisnis yang sedang berjalan. Pembagian saham harus dilakukan secara adil dengan mempertimbangkan segala aset yang telah diberikan oleh pemegang saham, baik berupa uang, pengalaman, pengetahuan, dan sebagainya. Pemegang saham terbesar juga tidak dapat mendominasi bisnis yang sedang berjalan, karena pembagian saham ini bertujuan untuk saling memberikan manfaat bukan memanfaatkan

Dengan adanya pembagian yang adil dalam pembagian saham dan hak kepemilikan dalam suatu bisnis, maka bisnis tersebut akan dapat berjalan dengan lancar. Tidak akan terjadi masalah seperti yang diceritakan pada film The Social Network, yaitu perdebatan tentang pembagian saham yang dirasa tidak adil oleh salah satu pemegang saham dan founder dari Facebook. Selain itu saat akan membuat suatu bisnis, ada baiknya bila para founder mengkomunikasikan dan mensepakati mengenai kontribusi yang akan disumbangkan antar founder terhadap bisnis yang akan dijalankan bersama. Dengan demikian para founder akan lebih terbuka dan memudahkan dalam pembagian saham.

Saran

Dengan adanya contoh masalah yang terjadi dalam film The Social Network, kita dapat memahami bahwa etika bisnis merupakan hal yang krusial dalam bisnis. Etika bisnis tidak hanya digunakan dalam keseharian jalannya bisnis saja namun juga harus digunakan untuk memutuskan pembagian saham dan hak kepemilikan dalam suatu bisnis. Bisnis yang baik adalah bisnis yang beretika. Sehingga jangan sampai bisnis yang telah dijalankan terganggu karena adanya masalah yang timbul dikarenakan etika yang kurang baik.

DAFTAR PUSTAKA

http://www.terindikasi.com/2012/04/pengertian-startup.html

http://www.businessdictionary.com/definition/startup.html

http://cahyorusmanto.wordpress.com/2012/11/11/perusahaan-startup-apa-sih-maksudnya/

http://erniritonga123.blogspot.com/2010/01/definisi-etika.html

http://anastasiamonita.blogspot.com/2012/10/pengertian-etika-menurut-para-ahli.html

http://www.kajianpustaka.com/2012/12/pengertian-dan-jenis-jenis-saham.html#.UjCl88Y0WuI

Fakhrudin, Purwanto, wiji dan Hendy, 2006. Mengenal Permodalan, Salemba Empat. Jakarta

http://kbbi.web.id/hak

http://id.wikipedia.org/wiki/hak

http://id.wikipedia.org/wiki/Kepemilikan

http://id.wikipedia.org/wiki/Bisnis

http://www.andrew.cmu.edu/user/fd0n/35%20Founders%27%20Pie%20Calculator.htm

http://www.bisnisindeks.com/sharing-saham-harus-beretika/

Makalah – Dampak Lumpur Lapindo pada masyarakat dan lingkungan

Dampak Lumpur Lapindo pada masyarakat dan lingkungan

Disusun Oleh:Sekar Ayu Aulia Insani (321110023)

KATA PENGANTAR

Puji syukur kepada Tuhan Yang Maha Esa karena atas berkah dan rahmatNya lah penulis dapat menyelesaikan karya ilmiah yang berjudul “Dampak Lumpur Lapindo pada masyarakat dan lingkungan“ untuk mata kuliah Etika Profesi dapat terselesaikan dengan lancar. Penulis juga berterima kasih kepada kedua orang-tua yang senantiasa mendukung, membimbing, dan menyemangati penulis untuk menyelesaikan karya ilmiah ini. Kepada Bapak Annas Vijaya, MTI selaku dosen mata kuliah Etika Profesi yang selalu memberikan petunjuk dan menuntun kami dengan sabar agar laporan ini dapat terselesaikan dengan baik. Tak lupa kepada semua pihak yang tidak dapat kami sebutkan satu per satu yang telah membantu serta turut ikut mendukung kami dalam pengerjaan karya tulis ini.
Akhir kata, kami berharap agar kiranya laporan ini dapat bermanfaat bagi pembaca dan menambah pengetahuan baru. Terima kasih.

Malang, 30 Agustus 2013

Penulis

BAB I
PENDAHULUAN

Latar belakang Masalah

Banjir lumpur panas atau yang lebih dikenal sebagai bencana lumpur lapindo telah terjadi di Dusun Balongnongo Desa Renokenongo, Kecamatan Porong, Kabupaten Sidoarjo, Jawa Timur pada tanggal 29 Mei. Bencana lumpur lapindo adalah peristiwa menyemburnya lumpur panas di lokasi pengeboran Lapindo Brantas Inc. Sampai saat ini bencana lumpur lapindo masih terus berlangsung. Berdasarkan data Badan Penanggulangan Lumpur Sidoarjo (BPLS), pada 2007 area terdampak lumpur Lapindo meliputi 12 desa di tiga kecamatan seluas 640 hektar. Saat ini wilayah itu sudah berubah menjadi kolam lumpur. Pada 2008, luas area terdampak bertambah menjadi 728 hektar.Pada 2011, luasnya bertambah dengan dimasukkannya wilayah 9 rukun tetangga baru dalam peta area terdampak. Dan pada awal 2012, ada 65 RT baru masuk peta area terdampak. Sehingga selama enam tahun semburan lumpur Lapindo terjadi, ada sebanyak 11.881 keluarga yang rumah ataupun tanahnya berada di area terdampak. Dengan demikian dapat dilihat bahwa bencana lumpur lapindo ini telah memberikan dampak yang luar biasa bagi masyarakat, bukan hanya masyarakat sekitar lokasi terjadinya bencana lumpur lapindo namun juga bagi aktivitas perekonomian di Jawa Timur.

Rumusan Masalah

Adapun di dalam penulisan karya ilmiah ini, penulis menemukan beberapa masalah, yaitu:

  1. Apa yang menjadi penyebab terjadinya bencana lumpur lapindo?
  2. Apa dampak yang diakibatkan oleh bencana lumpur lapindo pada masyarakat dan aktivitas perekonomian di Jawa Timur?
  3. Apa yang dilakukan pemerintah dan Lapindo Brantas Inc untuk menyelesaikan permasalahan bencana lumpur lapindo?

Tujuan

Adapun tujuan dari adanya penulisan karya ilmiah ini, yaitu:

  1. Mengetahui apa yang menjadi penyebab terjadinya bencana lumpur lapindo.
  2. Mengetahui dampak yang diakibatkan oleh bencana lumpur lapindo pada masyarakat dan aktivitas perekonomian di Jawa Timur
  3. Mengetahui tindakan pemerintah dan Lapindo Brantas Inc untuk menyelesaikan permasalahan bencana lumpur lapindo

BAB II
TINJAUAN PUSTAKA

LAPINDO BRANTAS Inc

Lapindo Brantas Inc. pertama didirikan pada tahun 1996, setelah proses kepemilikan sahamnya diambil alih dari perusahaan yang berbasis di Amerika Serikat, Huffington Corporation, yang saat itu telah menandatangani perjanjian Production Sharing Contract (PSC) dengan Blok Brantas di Jawa Timur untuk jangka waktu 30 tahun.
Dari tahun 1991 hingga 1996, LBI (Lapindo Brantas Inc.) melakukan survei seismik dan kegiatan pemboran eksplorasi yang fokus pada pengembangan Lapangan Gas Wunut, yang kemudian mulai berproduksi pada 25 Januari 1999. LBI merupakan perusahaan swasta pertama di Indonesia yang memproduksi gas di Lapangan Wunut. LBI kemudian bergabung dengan PT Energi Mega Persada (EMP) di tahun 2004 sebelum diambil alih oleh Minarak Labuan Co. Ltd. (MLC).
Lapindo Brantas, Inc (LBI) bergerak di bidang usaha eksplorasi dan produksi migas di Indonesia yang beroperasi melalui skema Kontraktor Kontrak Kerja Sama (KKKS) di blok Brantas, Jawa Timur. LBI melakukan eksplorasi secara komersil di 2 wilayah kerja (WK) di darat dan 3 WK lepas pantai dan saat ini total luas WK Blok Brantas secara keseluruhan adalah 3.042km2

Kronologis Terjadinya Bencana Lumpur Lapindo

Semburan lumpur panas itu muncul pertama kalinya pada 29 Mei sekitar pukul 05.00. Semburan ini terjadinya di areal persawahan Desa Siring, Kecamatan Porong, Kabupaten Sidoarjo sekitar 150 meter barat daya sumur Banjar Panji 1 yang dikerjakan oleh Lapindo Brantas Inc.
Selama tiga bulan Lapindo Brantas Inc, melakukan pengeboran vertikal untuk mencapai formasi geologi yang disebut Kujung pada kedalaman 10.300 kaki. Sampai semburan lumpur pertama itu, yang dalam dunia perminyakan dan gas disebut blow out, telah dicapai kedalaman 9.297 kaki (sekitar 3,5 kilometer). Kedalaman ini dicapai pukul 13.00 dua hari sebelum blow out.
Pada pengeboran di kedalaman tersebut, lumpur berat masuk pada lapisan, disebut loss, yang memungkinkan terjadinya tekanan tinggi dari dalam sumur ke atas atau kick, antisipasinya adalah menarik pipa untuk memasukkan casing yang merupakan pengaman sumur. Ketika penarikan pipa hingga 4.241 kaki, pada 28 Mei, terjadi kick.
Penanggulangan ini adalah dengan penyuntikan lumpur ke dalam sumur. Ternyata bor macet pada 3.580 kaki, dan upaya pengamanan lain dengan disuntikan semen. Bahkan pada hari itu dilakukan fish, yakni pemutusan mata bor dari pipa dengan diledakan. Namun kemudian yang terjadi adalah munculnya semburan gas dan lumpur pada subuh esok harinya.

BAB III
PEMBAHASAN

Penyebab Bencana Lumpur Lapindo

Pada awalnya bencana lumpur lapindo diperkirakan diakibatkan oleh adanya bencana gempa yang terjadi di Indonesia. Hal ini didapat berdasarkan laporan yang ditulis oleh dua orang insinyur petroleum terkemuka. Mereka adalah Maurice Dusseault PhD dari Universitas Waterloo, Kanada dan Baldeo Singh, insinyur S3 dari Massachusetts Institute of Technology, AS. Menurut mereka gempa dan gempa-gempa susulan di Yogyakarta serta dampak yang ditimbulkannya merupakan kunci penyebab kejadian bencana lumpur lapindo yang terjadi. Selain itu juga terdapat laporan dari Ralph Adams, insinyur asal Kanada yang sudah berpengalaman 29 tahun dalam pengeboran minyak dan gas di Indonesia. Adams menulis laporan Banjar Panji-1 Well Control Incident Report. “Program pengeboran dan perubahan rangka sumur pengeboran bukan menjadi penyebab letusan. (Semburan) dibuka oleh gempa besar kurang dari 24 jam sebelum kena sumur,” tulisnya.
Namun dalam AAPG 2008 International Conference & Exhibition yang dilaksanakan di Cape Town International Conference Center, Afrika Selatan, tanggal 26-29 Oktober 2008 yang dihadiri oleh ahli geologi seluruh dunia, menghasilan pendapat ahli: 3 (tiga) ahli dari Indonesia mendukung GEMPA YOGYA sebagai penyebab, 42 (empat puluh dua) suara ahli menyatakan PENGEBORAN sebagai penyebab, 13 (tiga belas) suara ahli menyatakan KOMBINASI Gempa dan Pemboran sebagai penyebab, dan 16 (enam belas suara) ahli menyatakan belum bisa mengambil opini. Dengan demikian suara terbanyak untuk penyebab terjadinya bencana lumbur lapindo adalah pengeboran yang salah.
Diperkirakan bahwa Lapindo, sejak awal merencanakan kegiatan pengeboran ini dengan membuat prognosis pengeboran yang salah. Mereka membuat prognosis dengan mengasumsikan zona pengeboran di zona Rembang dengan target pemborannya adalah formasi Kujung. Padahal mereka mengebor di zona Kendeng yang tidak memiliki formasi Kujung-nya. Dengan demikian mereka merencanakan akan melakukan pemasang casing setelah menyentuh target, yaitu batu gamping formasi Kujung yang sebenarnya tidak ada. Selama pengeboran mereka tidak meng-casing lubang karena kegiatan pengeboran masih berlangsung. Selama pengeboran, lumpur yang overpressure (bertekanan tinggi) dari formasi Pucangan sudah berusaha menerobos tetapi dapat di atasi dengan pompa lumpurnya Lapindo.
Setelah kedalaman 9297 kaki, akhirnya mata bor menyentuh batu gamping. Lapindo mengira target formasi Kujung sudah tercapai, padahal yang dicapai hanya menyentuh formasi Klitik saja. Batu gamping pada formasi Klitik sangat porous (bolong-bolong). Akibatnya lumpur yang tadinya digunakan untuk melawan lumpur formasi Pucangan hilang masuk ke lubang di batu gamping formasi Klitik atau circulation loss sehingga Lapindo kehilangan/kehabisan lumpur di permukaan.
Akibat dari habisnya lumpur Lapindo, maka lumpur formasi Pucangan berusaha menerobos ke luar. Mata bor berusaha ditarik tetapi terjepit sehingga dipotong. Sesuai prosedur standard, operasi pemboran dihentikan, perangkap Blow Out Preventer (BOP) di rig segera ditutup & segera dipompakan lumpur pemboran berdensitas berat ke dalam sumur dengan tujuan mematikan kick. Kemungkinan yang terjadi, fluida formasi bertekanan tinggi sudah terlanjur naik ke atas sampai ke batas antara open-hole dengan selubung di permukaan (surface casing) 13 3/8 inchi. Di kedalaman tersebut, diperkirakan kondisi geologis tanah tidak stabil & kemungkinan banyak terdapat rekahan alami (natural fissures) yang bisa sampai ke permukaan. Karena tidak dapat melanjutkan perjalanannya terus ke atas melalui lubang sumur disebabkan BOP sudah ditutup, maka fluida formasi bertekanan tadi akan berusaha mencari jalan lain yang lebih mudah yaitu melewati rekahan alami tadi & berhasil. Inilah mengapa surface blowout terjadi di berbagai tempat di sekitar area sumur, bukan di sumur itu sendiri

Dampak Bencana Lumpur Lapindo

Bencana lumpur lapindo telah memberi banyak dampak pada masyarakat sekitar dan aktivitas perekonomian di Jawa Timur. Dampak – dampak yang didapat bukan hanya dampak negatif, namun juga ada dampak positif yang didapatkan dari terjadinya bencana ini. Adapun dampak negatif yang didapat yaitu :

a) Bencana lumpur lapindo yang tadinya hanya menggenangi 4 desa sekarang telah meluas menjadi 16 desa, hal ini berarti lebih dari 728 hektar telah tergenangi. Dalam area yang tergenangi ini tidak hanya terdapat rumah penduduk saja, namun ada sarana pendidikan, pabrik, dan kantor pemerintahan yang juga ikut tergenang. Dengan keadaan ini secara otomatis akan banyak penduduk yang bukan hanya kehilangan tempat tinggalnya namun juga kehilangan mata pencahariannya dan akan ada banyak anak yang kehilangan tempat mereka untuk menuntut ilmu.
b) Bencana lumpur lapindo juga telah mencemari lingkungi sekitar dari wilayah yang digenangi, seperti areal persawahan dan ladang milik warga. Banyak ternak milik warga yang ikut mati dalam bencana ini. Menurut Wahana Lingkungan Hidup (Walhi), secara umum pada area luberan lumpur dan sungai Porong telah tercemar oleh logam kadmium (Cd) dan timbal (Pb) yang cukup berbahaya bagi manusia apalagi dengan kadar yang jauh di atas ambang batas. Lumpur lapindo juga memiliki kadar PAH (Chrysene dan Benz(a)anthracene) dalam lumpur Lapindo yang mencapai 2000 kali di atas ambang batas bahkan ada yang lebih dari itu. Kandungan PAH sangat berbahaya bagi manusia dan lingkungan. Berikut akibat yang dapat diakibatkan oleh zat PAH bagi manusia da lingkungan ,yaitu:

  • Biokumulasi dalam jaringan lemak manusia dan hewan
  • Kulit merah, iritasi, melepuh, dan kanker kulit, jika terjadi kontak langsung dengan zat PAH
  • Terjadi permasalahan reproduksi
  • Memperbesar kemungkinan terkena kanker

Dampak PAH yang ada dalam lumpur lapindo terhadap masyarakat dan lingkungan sekitar mungkin tidak akan dirasakan sekarang, namun akan dapat dirasakan pada jangka waktu lima sampai sepuluh tahun mendatang. Selain itu perlu juga diwaspadai bahwa ternyata lumpur Lapindo dan sedimen Sungai Porong kadar timbal-nya sangat besar yaitu mencapai 146 kali dari ambang batas yang telah ditentukan.
c) Terjadinya bencana lumpur lapindo ini juga telah menggangu aktivitas perekonomian di Jawa Timur. Hal ini dikarenakan ditutupnya ruas jalan tol Surabaya-Gempol hingga waktu yang tidak ditentukan. Seperti yang kita tahu, kota Surabaya merupakan ibukota dari Jawa Timur, sehingga banyak sekali aktivitas perekonomian yang berjalan disana. Dengan ditutupnya jalan tol Surabaya-Gempol, secara otomatis mengakibatkan banyak kemacetan yang terjadi, terutama di jalan alternatif menuju Surabaya. Penutupan jalan tol ini juga berdampak pada aktivitas produksi di kawasan Mojokerto dan Pasuruan yang merupakan salah satu kawasan industri utama yang ada di Jawa Timur. Bencana lumpur lapindo ini juga telah membuat tanah di wilayah yang tergenangi menjadi ambles dan merusak beberapa pipa air milik PDAM. Sebuah sutet milik PLN juga ikut terendam dalam bencana ini. Hal ini mengakibatkan warga di sekitar jalan raya porong kesulitan dalam mendapatkan air bersih, listrik, dan jaringan telepon.
Dapat dilihat bahwa bencana lumpur lapindo telah memberikan banyak dampak negatif bagi masyarakat sekitar dan aktivitas perekonomian Jawa Timur. Namun seperti pepatah yang mengatakan bahwa dibalik kesulitan pasti ada kemudahan, bencana lumpur lapindo juga memiliki beberapa dampak positif, yaitu :
a) Mineral Lumpur lapindo tersebut dapat digunakan untuk pembuatan bodi keramik dengan pembakaran antara suhu 800-900oC dan untuk pembuatan keramik hias dengan pembakaran suhu 1400oC serta pembuatan batu bata, batako dan genteng.
b) Mineral lumpur lapindo dapat dikembangkan untuk dijadikan sumber daya energi non konvensional,yaitu dalam pembuatan baterai seperti baterai yang diciptakan oleh Aji Christian Bani Adam, Oki Prisnawan, Yoga Pratama dan Umarudin. Baterai ini telah menjadi juara kedua dari kompetisi Technopreneurship Pemuda 2012. Baterai tersebut memanfaatkan pasta yang telah mereka hasilkan dari lumpur lapindo. Baterai ini akan bertahan hidup selama pasta itu kering dan kemudian baterai akan mati. Baterai ini dapat menyala selama 5 jam non stop.

Tindakan pemerintah dan Lapindo Brantas Inc.

Pihak Lapindo telah menyediakan dana sebesar US$ 70 juta atau sekitar 665 milyar untuk dana darurat penanggulangan lumpur. Dana ini digunakan untuk salah satunya adalah membuat tanggul untuk membendung area genangan lumpur. Namun dengan terus bertambahnya volume semburan lumpur lapindo, pembuatan tanggul dirasa tidak menyelesaikan masalah. Ditambah lagi dengan datangnya musim hujan, volume yang tertampung dalam tanggul akan menjadi besar dan dapat mengakibatkan jebolnya tanggul. Hal ini sangat bebahaya jika terjadi dalam jangka waktu yang pendek, karena kawasan sekitar tanggul adalah jalan raya, rel kereta api, dan rumah penduduk. Ada tiga tim ahli yang dibentuk untuk menyelesaikan masalah bencana lumpur lapindo. Tiap tim terdiri dari perwakilan Lapindo Brantas Inc., pemerintah dan sejumlah ahli dari beberapa universitas terkemuka. Tim ini dibentuk untuk menyelamatkan penduduk sekitar, menjaga infrastuktur, dan menangai semburan lumpur dengan resiko lingkungan terkecil. Seluruh biaya yang diperlukan untuk pelaksanaan tugas tiap tim akan ditanggung oleh Lapindo Brantas Inc.
Selain itu Lapindo Brantas Inc. juga harus memberikan ganti rugi bagi para korban. Lapindo Brantas Inc berkewajiban untuk membayar sebanyak 13.237 berkas. Saat ini masih ada 3.348 berkas dengan total pembayaran 786 milyar yang masih belum tertangani. Dengan kata lain sebanyak 75 persen dari berkas yang ada telah dilunasi. Lapindo Brantas Inc telah mengeluarkan dana sebanyak 8 triliun, dimana 5 triliun digunakan untuk penanganan semburan lumpur lapindo dan triliun digunakan untuk pembayaran aset warga.

BAB IV
PENUTUP

Kesimpulan

Dari karya tulis diatas dapat diambil kesimpulan sebagai berikut :

  • Dari banyak pendapat ahli diketahui bahwa bencana lumpur lapindo ini disebabkan oleh kelalaian yang dilakukan oleh Lapindo Brantas Inc. Pihak Lapindo Brantas Inc tidak melakukan pemasangan casing sesuai dengan spesifikasi standar teknis pengeboran, sehingga mengakibatkan terjadinya blow out atau semburan lumpur.
  • Bencana lumpur lapindo ini juga memberikan banyak dampak, tidak hanya pada masyarakat sekitar namun juga pada aktivitas perekonomian di Jawa Timur. Hal ini dilihat dari banyaknya warga yang kehilangan tempat tinggal, lapangan pekerjaan, dan sarana pendidikan. Bukan hanya itu, warga sekitar juga kesulitan untuk mendapatkan air bersih, listrik, dan jaringan telepon. Selain itu juga masih ada pula pencemaran lingkungan yang diakibatkan oleh bencana ini. Namun dibalik semua dampak negatif tersebut masih ada pula dampak positif yang bisa didapat dari terjadinya bencana ini. Dampak positif itu yaitu pembuatan batu bata dan genteng dari lumpur lapindo serta pembuatan baterai dengan lumpur lapindo yang telah memenangkan juara juara kedua dari kompetisi Technopreneurship Pemuda 2012.
  • Pemerintah dan Lapindo Brantas Inc bekerjasama dalam melakukan upaya penyelesaian lumpur lapindo ini, tiga tim telah dibentuk untuk menyelesaikan masalah ini. Lapindo Brantas Inc juga telah melakukan 75% pembayaran ganti rugi terhadap warga.

Saran
Diharapkan pemerintah dan Lapindo Brantas Inc akan dapat dengan segera memberikan penyelesaian dari bencana lumpur lapindo ini, sehingga dampak yang ditimbulkan oleh bencana ini tidak meluas. Selain itu Lapindo Brantas Inc diharapkan juga dapat segera melakukan pelunasan pembayaran ganti rugi kepada masyarakat korban lumpur lapindo. Sehingga mereka dapat memulai hidup mereka dengan lebih baik lagi.

DAFTAR PUSTAKA

http://id.wikipedia.org/wiki/Banjir_lumpur_panas_Sidoarjo

http://nasional.kompas.com/read/2012/05/30/03095137/Dampak.Lumpur.Meluas

http://lapindo-brantas.co.id/id/about/history/

http://kenalilahbencanaalam.blogspot.com/2009/03/kronologis-terjadinyabencana-lumpur.html

http://nasional.inilah.com/read/detail/58352/penyebab-lumpur-lapindo-gempa#.UiHkYn9TuAM

http://steffyapriyanti.blogspot.com/2013/01/lumpur-lapindo.html

http://www.waspada.co.id/index.php?option=com_content&view=article&id=293926:korban-lumpur-lapindo-belum-terima-pembayaran&catid=95:nusantara&Itemid=146

Permanfaat dan perkembangan ERP bagi UKM di Indonesia

 

 

 

ERP Untuk UKM

ERP adalah sistem informasi untuk perusahaan yang dirancang untuk mengkoordinasikan semua sumber daya, informasi, dan aktivitas yang diperlukan untuk sebuah proses bisnis secara lengkap. Tujuan dari sistem ERP adalah dapat melakukan penyimpanan data secara realtime dan langsung yang dapat diakses oleh pihak-pihak lain yang membutuhkan. Sistem ini termasuk sistem yang mahal, sehingga sistem ini identik dengan perusahaan berskala menengah-besar. Namun seiring dengan perubahan perekonomian, banyak sekali bermunculan usaha kecil-menengah di Indonesia, sehingga diperlukan adanya sistem standar yang dapat digunakan usaha kecil-menengah untuk meningkatkan efektivitas kinerja usaha tersebut. Karena itu dibuatlah Sistem Small-Medium ERP untuk usaha kecil-menengah, diharapkan dengan adanya sistem ini, usaha tersebut akan terbantu dalam mengelola proses bisnisnya.

Small-Medium ERP

Small-Medium ERP ini dibuat berdasarkan proses bisnis usaha kecil-menengah yang ada di Indonesia, misalkan saja sistem finansial dan akuntasi yang telah disesuaikan Standar Akuntansi Keuangan Indonesia. Sistem ini dibuat secara modular sehingga proses implementasinya dapat disesuaikan dengan keinginan dan kesiapan UKM itu sendiri. Adapun modul-modul utama dalam Small-Medium ERP, yaitu :

  • Modul Master Data Management
  • Modul Financial Management
  • Modul Sales Management
  • Modul Procurement Management
  • Modul Warehouse Management
  • Point of Sale
  • Web E-Commercegambar

ERP Bonastoco
Salah satu sistem ERP untuk UKM yang ada di Indoesia adalah layanan berlanggalanan ERP milik Telkom yang bernama bonastoco. UKM yang telah menggunakan layanan ERP bonastoco, diantaranya yaitu:

  • PT Kanemochi Indonesia
  • CV Massilia
  • PT Sanxovier
  • PT Satu Persada Bhineka

Modul-modul yang ada dalam aplikasi ERP Bonastoco yaitu :

  • Purchasing
  • Sales
  • Inventory
  • Account Payable
  • Account Receivable
  • Cash and Bank
  • General Ledger
  • Marketplace

Manfaat Penggunaan ERP oleh UKM

Adapun manfaat yang dapat dirasakan UKM dengan pemakaian ERP adalah

  • Memudahkan dalam melihat laporan, contoknya laporan penjualan dan inventory
  • Memudahkan dalampengelolaan data
  • Data transaksi yang ada lebih tersusun rapi
  • Meminimalkan adanya virtual report, sehigga laporan menjadi lebih aktual dan valid
  • Kinerja menjadi lebih efektif
  • Meningkatnya jumlah pendapatan usaha
  • Dapat mengurangi kerugia yang ditimbulkan dari penyelewengan, penggelapan, pelanggaran, dan korupsi
  • Meningkatkan pelayanan pada costumer
  • Dapat membentuk market share baru di dunia online

Kesimpulan:
Saat ini ERP tidak hanya identik untuk perusahaan menengah keatas, namun UKMpun bisa menggunakannya. Hal ini ditunjukkan dengan adanya Small-Medium ERP yang telah dibuat sesuai dengan proses bisnis usaha kecil-menengah yang ada di Indonesia, misalkan saja sistem finansial dan akuntasi. Small-medium ERP ini dibuat secara modular sehingga proses implementasinya dapat disesuaikan dengan keinginan dan kesiapan UKM itu sendiri.Salah satu sistem ERP untuk UKM yang ada di Indoesia adalah layanan berlanggalanan ERP milik Telkom yang bernama bonastoco.ERP ini telah digunakan oleh beberapa UKM seperti PT Kanemochi Indonesia, CV Massilia, PT Sanxovier, dan PT Satu Persada Bhineka. Dengan menggunakan ERP pada UKM, UKM tersebut akan mampu menefesiensikan kinerja dari UKM tersebut, sehingga mampu pula menaikkan laba yang diperoleh.

Sumber :

By sekarayu92 Posted in ERP

Kepemimpinan,Konflik, dan Negosiasi

 

Konflik adalah hal yang sering terjadi di sekitar kita, baik di lingkungan rumah maupun di perusahaan kita. kami mengibaratkan organisasi yang ada dengan puzzle, seperti yang kita tahu organisasi adalah  kumpulan dari banyak orang dengan banyak beda pemikiraan tapi bersatu untuk mencapai tujuan yang telah disepakati bersama, sama halnya dengan puzzle, puzzle terdiri dari banyak potongan-potongan dengan berbeda bentuk tapi bisa menjadi satu kesatuan gambar yang penuh. Pada gambar ini ada gambar dua orang yang sedang berjabat tangan, satu orang berwarna hitam sedangkan yang satunya berwarna putih yang berdiri diatas satu keping potongan puzzle. Warna hitam dan putih menggambarkan bahwa sedang ada konflik yang terjadi, mereka berdiri di atas satu potongan puzzle, itu berarti mereka sebenarnya berada dlam satu perusahaan  namun sedang mengalami konflik. Dan gambar kedua orang tersebut dimaksudkan bahwa kedua orang itu adalah perwakilan dari dua kelompok yang sedang konflik dalam perusahaan tersebut. kedua orang tersebut sedang berjabat tangan maksudnya, mereka sedang melakukan negosiasi untuk menyelesaikan konflik yang ada, sedangkan gambar rantai yang mengikat potongan puzle itu adalah masalah yang menyebabkan konflik tersebut, jadi dengan negosiasi yang baik perlahan-lahan rantai akan turun dan membuat puzzle menjadi utuh.

Financial Controlling in SAP ERP

Image

 

Introduction

Dalam SAP ERP terdapat salah satu modul yang vital, yaitu Financials and Controlling (FICO). Dalam accounting sendiri, sistem pelaporan dibedakan menjadi 2 bagian besar yaitu, management accounting dan financial accounting.

Management accounting (controlling) berkaitan dengan performansi sistem, pengukuran seberapa efektif suatu sistem. Standar sistem di set-up sendiri oleh user,sehingga standar tersebut bisa berbeda-beda antara satu perusahaan dengan perusahaan lainnya.

Financial Accounting merupakan sistem pelaporan keuangan yang akan diberikan kepada pihak ketiga atau pihak eksternal. Standar pelaporannya sudah ditetapkan, sehingga akan sama dengan semua perusahaan. Financial accounting ini digunakan sebagai alat komunikasi antar data keuangan atau aktivitas perusahaan denggan pihak-pihak yang berkaitan dengan data/aktivitas tersebut.

 

By sekarayu92 Posted in ERP

BQ Enterprise – SCM and APO Tool

Supply Chain Management yang ada di Carrefour

Carrefour adalah salah salah satu perusahaan peritel besar dunia kedua setelah Wal-Mart. Carrefour berkantor pusat di Prancis yang telah beroperasi sejak tahun 1957. Carrefour didirikan oleh Marcel Fournier dan Louis Deforey. Carrefour pertama di Indonesia pada bulan Oktober 1998, dengan membuka gerai pertama di Cempaka Putih. Bersamaan dengan itu, Continent,yang juga membuka sebuah hypermarket dari Perancis di Pasar Festival. Pada penghujung 1999, Carrefour dan Promodes (Induk perusahaan Continent) sepakat untuk menggabungkan semua usahanya di seluruh dunia dengan memakai nama Carrefour.

Supply chain managemen yang ada di Carrefour, sendiri secara pada dasarnya bertujuan untuk menghubungkan antar proses proses bisnis, sehingga antara pemasok, pelanggan, dan rekanan bisnis terhubung dalam suatu jaringan. Dalam hal ini Carrefour Indonesia menggunakan warehouse management system, yakni InfoLog. Dengan InfoLog, semua proses dalam rantai pasokan bisa diintegrasikan.. Sebelumnya, pihak Carrefour dan pemasoknya sering mengalami kesulitan, seperti masalah dalam hal menjaga ketersedian stok untuk pelanggan sehingga sering mengalami lost of sales. Selain itu, pemasok juga mengalami kesulitan dalam pendistribusian barang karena harus memasok sendiri ke banyak gerai. Penggunaan sistem infolog sendiri sebagai sebuah cross functional inter-enterprise system yang telah mengubah tatanan proses supply chain management di Carrefour sebelumnya.

distribution center adalah pusat penerimaan barang dari seluruh supplier Carrefour. Supplier tidak lagi harus mengantar barang ke masing-masing gerai, namun cukup mengirimkannya ke distribution center baru kemudian akan dikirimkan ke masing-masing gerai yang dimiliki Carrefour sesuai dengan jumlah yang dibutuhkan. Sistem yang digunakan bersifat just in time, dan disebut cross dock.

Perangkat lunak infolog ini menangani beberapa proses bisnis dalam supply chain
management Carrefour yaitu meliputi :
a. Inbound Logistics
Inbound logistics merupakan aktivitas penerimaan dan penggudangan barang. Kegiatan ini meliputi :

  •  Advanced Shipping Notification (ASN)
  • Reservasi Lokasi
  • Various Receipts
  • Fungsi konversi dan penangkapan
  • Put Away

b. Perencanaan dan pengadaan persediaan
Carrefour menetapkan tingkat persediaan untuk menjalankan operasional hariannya. Tetapi karena Carrefour menggunakan sistem cross dock yang bersifat just in time sehingga persedian yang ada menjadi sangat sedikit dikarenakan fungsi utama gudang untuk meredisribusi produk. Definisi tingkat persediaan ini terbagi dalam tiga tingkatan yaitu:

  • Tingkat persediaan minimum
  • Tingkat persediaan maksimum
  • Tingkat reorder

Distribution center yang dimiliki Carrefour ada di dua tempat, sehingga ada kemungkinan terjadinya stock transfer. Sistem yang digunakan untuk mengontrol proses aliran order para pemasok adalah sistem Central Order Pool (COP). Sistem berguna untuk melakukan proses order secara otomatis dan terpusat berdasarkan posisi stok di gerai.
c. Operasi Gudang
kegiatan ini meliputi :

  • Mendefinisi tipe gudang
  • Manajemen ruang berdasarkan kapasitas dan volume
  • Cycle count dan stock adjustment

Terdapat 3 tipe cycle count yang umum digunakan yaitu :

  1. Control Group
  2. Random sampel
  3. ABC Analysis
  •  Order Lot/ Batch Control
  • Retur Penjualan

d. Outbond Logistics

Aktivitas outbound logistics meliputi :

  • Penangkapan pesanan pembeli, distribusi, dan penjualan
  • Pembuatan daftar angkut berdasarkan aturan angkut dan konfirmasi angkut
  • Konfirmasi pemuatan dan pengiriman
  • Pembuatan invoice dan packs

e. Pelaporan
Laporan yang dibuat untuk keperluan manajemen dan teknis terdiri atas laporan
sebagai berikut :

  • Resep dan pengiriman
  • Buku besar dan laporan persediaan
  • Daftar angkut dan daftar kemas
  • Invoice
  • Laporan saran lokasi penyimpanan
  • Laporan saran persediaan SKU
  • Laporan cycle count
  • Laporan Fullfillment
  • Lokasi kosong
  • Kartu stok

Keuntungan yang didapat Carrefour dengan adanya  SCM , yaitu :

  • Penggunaan tenaga kerja menjadi lebih efisien, contohnya pengiriman yang dulu memerlukan banyak sumber daya, sekarang cukup dilakukan satu kali dan sudah mencakup seluruh gerai Carrefour.
  • Pengiriman barang menjadi terpusat, jadi barang tidak dikirim ke gerai-gerai yang dimiliki Carrefour tetapi langsung ke gudang Carrefour
  • Dengan adanya sistem ini, kita bisa mengatur penyimpanan persediaan untuk meningkatkan pemanfaatan ruang dan meningkatkan kapasitas penyimpanan
  • Dengan adanya sistem ini, informasi stok data dari tiap gerai dapat diketahui dengan mudah, sehingga barang yang jumlah stoknya sedikit bisa diisi ulang

Kesimpulan : Carrefour telah menggunakan SCM dengan sukses dan menngunakan InfoLog sebagai sistem ERP. Dengan menerapkan SCM ini, Carrefour banyak mendapat keuntungan, terutama pada perbaikan ketersediaan barang yang ada di gerai,gerai yang dimiliki oleh Carrefour. Keuntungan ini juga dirasakan oleh para pemasok atau supplier , proses yang mereka lakukan menjadi lebih sederhana dan membutuhkan sumber daya yang lebih kecil dari sebelumnya.

Advanced Planner and Optimizer (APO)

Advanced Planner and Optimizer (APO) adalah adalah seperangkat aplikasi dari Jerman yang berbasis SAP untuk supply chain management. Menurut SAP, Planner Advanced dan Optimizer dibuat untuk membantu perusahaan dalam meningkatkan perencanaan produksi, harga, penjadwalan, dan pengiriman produk. APO bekerja dengan jalan mendapatkan update real-time dari agen tentang jumlah permintaan pelanggan. Update tersebut digunakan untuk membuat APO “demand trigger”  yang meliputi penjadwalan pengiriman bahan baku dan siklus produksi, meramalkan jumlah produksi yang tepat untuk perusahaan agar dapat memenuhi kebutuhan pelanggan dikemudian hari. APO dapat diintegrasikan dengan SAP R / 3 dan ERP.

APO sendiri terdiri dari 8 level:

  • network design
  • demand planning
  • supply network planning

    digunakan untuk menghitung jumlah yang akan dikirimkan ke suatu lokasi untuk memenuhi permintaan pelanggan dan mempertahankan tingkat pelayanan yang diinginkan.

  • production planning and detailed scheduling

    membuat proposal pengadaan untuk rumah produksi atau pengadaan eksternal untuk menutupi kebutuhan produk dan mengoptimalkanmya

  • global availability
  • transportation planning and vehicle scheduling

    digunakan untuk mengoptimalkan rute transportasi dan sumber daya serta jadwal kendaraan.

  • supply chain collaboration

Sehingga dengan adanya APO tool ini diharapkan dapat memaksimalkan proses supply chain yang ada,sehingga nantinya dapat lebih menguntungkan perusahaan. Dikarenakan dengan adanya optimasi dalam berbagai aspek yang ada , dan lebih memuaskan pelanggan dengan pelayanan perusahaan yang makin meningkat.

Sumber :

http://aritp.blogstudent.mb.ipb.ac.id/files/2011/07/Final-UTT-SIM.pdf

http://frankyhaloho.wordpress.com/2009/05/24/penerapan-supply-chain-management-scm-di-carrefour/

http://searchsap.techtarget.com/definition/Advanced-Planner-and-Optimizer

http://it.toolbox.com/wiki/index.php/SAP_APO